I HAVE A DREAMs

Kamis, 22 November 2012

Ketika mentari mulai menampakan dirinya hari itu, angin berhembus membawa ku membayangkann hari esok. Tentang sebuah mimpi yang menjadi latar belakangku melakukan segala hal hari ini. Ya.. sebuah mimpi, harapan, cita cita yang terpendam dalam lubuk hati, sesuaikah apa yang kuharapkan dengan apa yang tuhan catat dalam lauhul mahfud? Semoga.. Ayahku seorang dosen, banyak buku-buku tergeletak tentang cara-cara menjadi guru profesional di rumah, ketika aku kecil aku senang melihat cover-cover buku itu, membaca judul judulnya, nampaknya menjadi sorang guru itu asyik dan menyenangkan, bermanfaat tentunya, terlebih banyak lagu-lagu yang mengagungkan guru. Cita cita yang mulia. Ayahku akan mendukung mimpiku yang satu ini, akanknya akan menjadi generasinya. Tunggu dulu, guru itu bukan hanya satu bidang. Dan ini yang menimbulkan pertanyaanku hingga sampai hari ini, “aku akan jadi guru apa?” belum ku temukan jawabannya.. Selidik punya selidik. Aku ditanya ayah “kamu suka bidang mana? Dan kamu punya keahlian dimana?’ tentunya aku harus tau hal itu, aku suka bahasa, matematika, agama, sosial, TIK, sastra, dan sejarah, jadi… mau kemana aku? Haha.. ini membingungkan sekali. Untuk yang satu ini yaitu sastra, aku suka sastra karna saat aku melakukan hal-hal imajinatif, menulis sajak indah, menulis kisah-kisah lama, membacanya kembali, atau membaca karya orang-orang sastrawan. Itu pun luar biasa. Aku seakan berada di dunia yang orang lain tak mengenali duniaku, bahasa sastra yang sulit di pahami, namun mengandung banyak makna. Ya itulah sastra. Ini menjadi salah satu wahana refreshingku. Karena ini aku punya mimpi yang kedua, menjadi seorang sastrawan, penulis sajak, puisi, cerpen, hinggan naskah. hebat.. aku akan menjadi generasi Wage Rudolf Supratman, Haidaratul, Sujo Sani S. dan pendahulu sastra Lainnya. Menatap lapang amir Hamzah yang di akhiri Gedung Nadwatul Ummah. Ibuku bercerita. “teh.. katanya teteh pingin kuliah di Yogyakarta?”.. aku antusias jawab “YA”.. Hm.. “Nanti mau jurusan apa..?” nah. Itu dia mah, teteh belum tau.. “Nanti sehabis kulaih mau pulang kerumah atau kemana..?” masih belum tau juga jawabku. Kalo usul mamah nih, teteh harus bisa majukan tempat kelahiran teteh sendiri. Mamah pingi teteh jadi penerus mamah sama ayah. Kerja di Kampus IAILM yang bentarlagi katanya mau jadi ULAMA (Universitas Latifah Mubarokiyah). Sekarang itu disana belum ada yang punya sertifikat ilmu Perpustakaan, jadi kalo suatu saat itu jadi universitas, gak ada yang cocok/pantas jadi kepala perpustakaan disana. Nah mamah pingin tetehlah yang punya sertifikat ilmu perpustakaan itu. Nanti teteh jadi kepala perpustakaan di ULAMA. Kalo bisa sekalian aja jadi dosen disitu. Itu harapan mamah. Terbayang,,jadi kepala perpustakaan, setiap hari aku akan dimanjakan oleh buku-buku di ruangan itu. Rak-rak buku yg harus selalu tertata rapih, bercengkrama dengan karyawanku, di tanya oleh mahasiswa yang kuliah di tempat aku kerja. Mencari tau bagaimana perpustakaan sebuah universitas yang ideal. Hebat,, mungkin aku akan mengusahakan harapan mamah yang satu ini. Sekalipun aku belum bisa membahagiaan mamah, mungkin aku bisa penuhi harapannya. Kalo harapan ayah?.. Ayah pingin aku jadi ahli sejarah, atau jadi dosen sejarah. Lulusan jurusan sejarah deh initinya. Soalnya kata ayah, itu jarang yang jadi dosen sejarah. Lumayan. Bisa mendukung. Aku juga lumanyan suka sama sejarah kok.. Jadi, jika di simpulkan, aku punya banyak mimpi. 1. Guru 2.Kepala perpustakaan di salah satu Universitas, 3. Sastrawan.. Suatu hari akankah muncul mimpi baru..? Wallahu a’lam..

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


Extended Network Banners

Quick Notice

kasih makan ikan aku (klik bagian putih)

tea game, try this. is very funny

share

Sumber : http://fatholthearseko.blogspot.com/2012/11/trik-membuat-tombol-share-ada-di-pojok.html#ixzz2EKkvgQ2N